Hello, January!
Assalamualaikum sahabat fillah.
Met malem semuanyaaah~
Iya, ini lagi posting malem-malem, karena niat untuk memakmurkan blog paling tidak sebulan sekali harus terealisasikan. haha.
Kalo lagi nge-blog gini baru menyadari kalo jadi penulis itu emang kerenlah, membangun mood untuk menulis itu bagi saya? sulit, jujur. daku mah apa atuh, cuma butiran sagu, :P
Tuhkan, fokus de fokus!
Hello, January :D
This time I wanna tell ya about my skripsweet progress budies, sekalian bagi-bagi sedikit pengalaman aja, sama-sama belajar menjadi lebih baik ya kita. Bismillah~
Yeaay, seneng banget akhirnya... tepat di akhir tahun saya nyelesain penelitian kloning bakteri unyu saya yang sejujurnya amat menguji kesabaran (nungguin yg kasat mata aja gue bisa apalagi nungguin elo yang masih diumpetin Allah wahai jodoh :D). Penelitian selesai berarti kesimpulannya januari ini saya udah menetap kembali ke Semarang, tanah rantau tercintah, untuk mulai nge-draft skripsi. Ya sekarang, di depan laptop tepatnya di kosan yang terisolasi nan damai, Bulusan Selatan III no.15.
Bahasannya ya tentang gimana cara kita membangun mood untuk mulai menulis kembali setelah selesai penelitian. Beberapa temen saya yang satu bidang, yaitu Biologi but from another university said that kalo membangun mood buat nulis itu susah, apalagi kalo udah jenuh sama yang namanya penelitian yang bikin 'ngelus dada', pengennya sih break off dulu gitu ya, barang bentar aja. Sebentar? apalah namanya sebentar kalo akhirnya bakal jadi berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan. Jangan sampe ya kawand. Ya ini sebenernya tulisan ini juga cambukan buat saya, saya ngasih saran dan saya juga harus menerapkan betul-betul kepada diri saya. fighting!!!! Sebenarnya resepnya ya hanya ada tiga: cari motivasi, tentukan target dan kombinasi niat serta tindakan tepat!
1. Cari motivasi!
Motivasi itu bisa dateng dari mana saja loh, tapi bagi saya motivasi hidup itu selalu dari orang tua tersayang. sangat lah ngefek dan membekas. motivasi itu bagaikan inducer dalam memulai sesuatu yang menurut kita adalah tantangan tersulit tapi jadi bisa untuk dilakukan. jadi mulailah dengan cari motivasimu sendiri nak. Seriously, It would become your moodbooster! kalo bahasan kita adalah skripsi, mungkin selain orang tua yang jadi motivasi ada beberapa alasan lain, misalnya mau nikah muda, mau lanjut S2 di luar negeri atau apapun itu. pokoknya lakukan dengan motivasi. Hmm, gimana kalo setelah mikir puluhan jam tapi motivasinya masih belom dapet juga? Saran saya coba dateng ke seminar-seminar kece yang bakal build your new energy, bikin kita melek, dimana pembicaranya bikin kamu iri karena menyadari ternyata didunia ini banyak loh orang-orang yang nggak cuma ngejalanin hidup aja tapi punya niat mengubah dunia!
2. Buat target.
Okay, after you know what's your motivation to do something misalnya nyelesain skripsi ya sekarang tekad bulat, buat target yang mau dicapai dan tuliskan. tulis di kamar kosan sudah cukup membantu melatih otak untuk selalu bisa fokus sama tujuan kita. target menstimulus saraf-saraf otak kita lho. misalnya target mau nyelesein bab 4 dalam waktu seminggu, atau mau sidang dalam waktu sebulan..tapi inget targetnya harus optimis dan realistis ya. insyaAllah ngefek loh.
3. Kombinasi niat dan tindakan.
Ya, udah buat target mateng berarti sekarang harus niat yang bener-bener untuk menyelesaikannya, tapi niat hanya sekedar wacana kalo nggak pake tindakan. jadi mulailah bertindak! mulailah untuk membuka laptop, mengolah data hasil penelitian, memilah gambar untuk ditampilkan dalam pembahasan, mulai menjadi sastrawan dalam bidang saintis (karena saya Biologi tentunya :D). Saya ini kebetulan tipe orang yg gabisa menyelesaikan pekerjaan dalam satu malam, sulit karena tukang tidur. maklum gaya hidup sehat haha (alasan). ya prinsip saya sih alon-alon asal kelakon, tiap hari harus ada progress yang berarti. saya mengerjakan perlahan sambil saya belajar, baca jurnal terkait dan memahaminya betul-betul. Jadi kalo bisa ga pake sistem SKS yak. Udah gak jaman brow.
Kurang lebihnya gitu ya budies, tapi jangan lupa doa nya dikencengin juga karena apalah arti kerja keras tanpa Tuhan? Allah lah yang tau apapun yang terbaik untuk hambanya. Jadi, doa+tindakan+tawakkal (berserah diri atas keputusan Allah) itulah hal terbijak yang bisa kita lakukan sekarang.
Sebenernya ada beberapa faktor juga yang mempengaruhi selain beberapa yang sudah saya jelaskan diatas, apalagi bagi pemilik gen X. Ya, masalah tambahannya adalah how to manage your emotion, mood, and sensitiveness. Bukannya saya terbebas dari masalah ini makanya ngasih solusi, tapi karena saya juga sedang berperang untuk menaklukannya :". Skripsi itu momok banget bagi mahasiswa dan semua mahasiswa juga pasti punya masalah lain dalam hidupnya disamping masalah skripsi ini. Karena namanya manusia kalo nggak punya masalah yang harus diselesaikan ya berarti masa kontrak hidupnya sudah habis. Kasusnya beda, ada masalah di saat penelitian berlangsung, saat bimbingan atau bahkan hasil yang aneh bin ajaib yang bikin kita stuck mau lanjut apa enggak. belum lagi kalo ada masalah eksternal. huft~ hidup jadi terasa begitu mumet ya kawan. I know that feel...
Sepemahaman saya sih, karena kapasitas tiap orang itu berbeda-beda jadi masalah yang dialami pun berbeda, makanya saya nggak pernah menganggap sepele apapun masalah orang. saya mencoba berpikir dari posisi mereka. Tapi, saya juga percaya kalo Tuhan itu ngasih cobaan nggak pernah melebihi kemampuan kita. Jadi, sebenernya saat Dia ngasih masalah itu dia juga udah nyiapin solusinya buat kita.
Oleh karena itu, sebuah masalah tergantung kita dalam menyikapinya. pernah denger ga kisah segenggam garam? jadi disimulasikan sebuah masalah itu hanya segenggam garam, nah situasinya disana ada gelas dan ember. coba kalau kita masukin segenggam garam kedalam gelas? rasanya pasti asin banget kan? beda dong kalo kita masukkin kedalam ember? ya seperti itulah perbedaan manusia dalam menghadapi masalah, seluas apa media untuk meletakkan masalah itu di diri kita, kalau diri kita pikirannya sempit, negatif dan mengeluh terus maka apa jadinya? masalah itu akan terlihat besar banget, mengeruh dan membutakan kita. akibatnya kita mudah mengeluh, emosi dan istilah ngehitsnya jadi gampang baper. kebahas dikit baper, ditanya dikit ngambek. susah kan? Lain halnya kalo kita menyikapinya dengan tenang, menyiapkan hati yang lapang-lapangnya untuk menemukan solusi, dan satu lagi tips saya biar kita bisa manage masalah kita, jangan lupa ngadunya sama yang ngasih masalah kita, yaitu Tuhan, Allah SWT. Allah itu satu-satunya tempat kita bersandar, karena ngadu ke manusia ga akan mengubah apapun, seriously. Makanya benar bila ada yang bilang kalo masalah itu bisa mendekatkan kita sama Allah, tapi bisa juga menjauhkan kita (naudzubillah :(). Nah, sekian gambaran dari saya, tolong ambil yang baik saja dan yang buruk jangan ditiru hehe. semoga sukses ya para pejuang skripsi, lakukan yang terbaik pokoknya! Save the last for the best!
Komentar
Semangaattt ukhtifillah mameen :)