malam perjuangan
Mahasiswa itu memang banyak tantangannya, sifat jiwa mudanya yang selalu bertindak untuk mencari hal baru dan rasa ingin tahunya juga amat tinggi. Seperti salah satu teman gue ada yang baru saja coba-coba mendaftar menjadi tentor privat, sebenarnya kita berniat daftar bareng tetapi karena ada satu hal, akhirnya gue pending dulu rencana gue itu. Jadi, akhir kata dia udah terdaftar menjadi salah satu tentor di bimbel tersebut. Keesokan harinya, dia dapet sms job pertama dan langsung ngomong ke gue buat minta bantuan yaitu tepatnya melakukan simbiosis mutualisme. Dia ngajak gue kerjasama, sebenernya bahasa jeleknya sih minta gue jadi ojeknya kalo dia lagi dapet job jauh atau diluar patung kuda dengan syarat 20% gajinya dikasih ke gue. Yasudah, karena aku kasihan juga sama dia ga punya kendaraan akhirnya kita deal.
Rencananya gue nganter dia abis magrib sekitar pukul enam lewat, tapi apa dikata karena hujan mengguyur sejak sore membuat kita menunggu sebentar dikampus seusai rapat PL Ekologi. Sebelum magrib kami langsung bergegas, memakai ponco abu-abu kesayangan gue dan menerobos hujan. Kita makan dulu sebelum nganter dia ke rumah tujuannya. Tepat setengah tujuh kita berangkat dengan bermodalkan peta denah yang diberikan oleh sang pemilik tempat bimbel. Daerah tujuan memang gak jauh, tapi karena jarang melewati perumahan tersebut dan lagi langit sudah menghitam alias malam juga hujan deras, maka bertambah sulitlah mencari alamat yang dituju. Benar saja ketika kita memasuki jalanan dekat PLN Jatingaleh, mencari jalan X (gue lupa nama jalannya), sebenernya ketemu, cuma kurang tepat aja, agak kejauhan gitu. Entah karena terlalu cermat mengamati kanan dan kiri jalan, gue sebagai pengemudi motor yang tiba-tiba berhenti mendadak untuk bertanya tiba-tiba dikagetkan dengan gundukan tanah didepan jalan gue persis, dan UPS! *you know what happen to me!!! gue jatoh pemirsa, dengan teman gue itu juga. Untung saja ini di Semarang, beberapa detik setelah gue jatoh ada dua pengemudi yang menolong gue, Alhamdulillah.
Perjalanan dilanjutkan kembali, mencoba melupakan kejadian memalukan tadi dan kita hanya tertawa mengenang itu. Gue pun menjadi fokus buat gak nengok kanan-kiri karena gak mau kejadian jatoh lagi. Tibalah kita menemukan satu gang yang menurut kita adalah gang yang tepat. Masuk lalu menemukan bahwa rumah sekitar sangat gelap dan mencurigakan, kita bertanya kepada ibu-ibu dan beliau menyuruh kita buat ke persimpangan sebelumnya. Masuklah Kita ke persimpangan itu dan berhenti dirumah yang sepertinya mirip dengan deskripsi pemilik tempat bimbel, dengan pedenya bertanya, ternyata salaaaah. Bapak pemilik rumah itu bilang kalo mau gampang nyari rumah didaerah sini mesti tau nomer RT dan RW nya, tapi apa daya kita ga punya, dan dengan bermodalkan nama jalan bapak itu ngasih tau arahnya. Maka kita ikuti terus, terus dan terus saja, lama-kelamaan kok makin mencurigakan tempatnya ya? kayaknya salah jalan deh, sambil menggas motor gue nyuruh norma ngehubungin sang pemilik rumah. Kita bingung ngikutin instruksi 'ikuti turunan', soalnya that's too much turunan asal tau ajaaa :D
Satu jam berlalu kita lelah mencari jalan, akhirnya nemuin juga pagar stainless steel itu, pemilik rumah yang anaknya ditentorin sama temen gueeeeh, OMG! Dia ngomong ke gue kalo gue gausah pulang karena dia tau gue bakalan bingung nyari jalan pulang dan gue setuju. So, gue nemenin dia ngajar dan ternyata dia dapet anak kelas 2 SMP yang lumayan cerdas dan kepo *banyak tanya. Gue mau ketawa karena anak itu pertama kali ngeluarin buku IPS dan yang mau dia tanyain itu GLEK! Ekonomi. Tatapan stay cool dari temen gue itu coba gue artikan antara bingung mau ngejelasin apa dan gak mau terlihat bodoh. Over all, semuanya lancar dan gak ada kekakuan atau rasa gak nyaman antara dia dan anak itu. Untungnya juga gue ikut, jadi gue bakalan belajar kalo suatu saat gue jadi tentor juga, dan itu pasti!
Jam 9 tepat temen gue itu selesai dan kita pulang, ternyata ada gang yang lebih dekat dari jalan rayaaa :D. bodohnya kita ini, tapi wajar sih menurut gue karena kita jarang ngelewatin tempat itu. Oke, pulang dengan selamat, Alhamdulillah.
Komentar
pengalaman yang gak ingin aku lupakan, first experience
I remeber when he ask me how to solve the equation, or talk about "pajak" yang sangat amat jauh dari apa yg aku pelajari..haha,
but it was really fun ^_^b