inikah sesuatu yang disebut cinta? #part 2

Seberkas kejadian yang telah terjadi padaku itu seharusnya aku lupakan, kenangan yang harusnya bagaikan barang rongsokan yang patut untuk dibuang jauh-jauh dan tidak disimpan dalam lubuk hati, tempat terpenting untuk menyimpan sesuatu yang sakral. Sekarang adalah waktunya untuk kembali menata ruang di hati, menata yang perlu disimpan dan dibuang. Mencoba mengumpulkan serpihan-serpihan semangat yang baru yang akan mengawali kehidupan baru ku, termasuk kehidupan cintaku dengan keluarga, sahabat dan mungkin nanti akan ada seseorang yang tepat yang mampu mengisi kekosongan hariku dan menyemangatiku.

Tapi itu belum saatnya, aku menyadari itu.

Bila tiba saatnya, semua akan mudah. Bila tiba saatnya, semua akan terasa lebih indah. Seperti kata penulis idolaku, jodoh itu mutlak adanya, skenarionya sudah dirancang untuk kita masing-masing sejak awal. Mau sebenci apapun kita dengan seseorang, jika jodoh, besok lusa malah menikah. Mau secinta apapun kita dengan seseorang, kalau tidak jodoh, besok lusa tidak akan menikah. begitulah.

Yang bisa kulakukan sekarang hanya sebuah pengharapan, menunggu dan kesabaran yang ekstra. perasaan yang ada harus bisa terkontrol dengan dibentengi pemahaman yang benar. Jadi, tidak ada gunanya merenungi hal-hal yang sudah menyakitkan dan berlalu. sedikit demi sedikit harus kucoba untuk melupakannya, mungkin setahun sulit maka dua tahun. mengisi hari-hari ku dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi orang lain mungkin salah satu caranya. 

Semangat.
Pasti bisa. Aku yakin bila tiba saatnya, semua akan terasa lebih indah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Introspeksi diri

Dramatis tapi... pengalaman memanglah segalanya!

Hello, January!